Bupati Bandung akan Bentuk Tim untuk Selidiki Bantuan Dana Gempa

SOREANG, (PRLM).- Bupati Bandung Dadang M. Nasser mengatakan akan segera membentuk tim kecil yang difungsikan untuk menyelidiki adanya penyimpangan dana gempa di Kab. Bandung. Hal ini terkait desakan puluhan massa yang tergabung dalam Komite Peduli Jawa Barat (KPJB) saat berunjuk rasa di depan Gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bandung, Kamis (30/6). KPJB mengaku telah menerima laporan dari masyarakat tentang banyaknya penyimpangan dana gempa di wilayah Kab. Bandung.

“Saya akan bentuk tim kecil untuk penyelidikan dana gempa . Diharapkan dengan adanya tim itu, solusi yang terbaik bisa didapatkan,” kata Bupati kepada wartawan, Kamis (30/6).

Menurut Deden, pihaknya akan langsung mengambil sikap apabila memang telah ditemukan adanya penyimpangan dana gempa. “Kita sangat peduli dengan segala bencana di Kab. Bandung. Sekarang juga kita akan melakukan pembagian dana bencana bagi masyarakat yang terkena musibah Angin Puting Beluung dan kebakaran,” katanya menambahkan.

Puluhan massa yang tergabung dalam KPJB mencegat Bupati saat akan menghadiri paripurna untuk menyampaikan laporan LKPJ, namun disaat akan memasuki wilayah Gedung DPRD, Bupati dicegat sehingga ia pun terpaksa turun dari mobil ketika hujan deras mengguyur Kab. Bandung.

Seusai menghadiri rapat paripurna, Bupati kemudian secara simbolis memberikan bantuan kepada 40 korba bencana kebakaran di Kecamatan Majalaya yang terjadi beberapa waktu lalu. Para korban bencana itu, memperoleh bantuan stimulant rehabilitasi sebesar Rp. 100 juta dari APBD Kabupaten Bandung tahun 2011. Sedangkan untuk 2.633 korban bencana angin putting beliung yang tersebar di 13 kecamatan memperoleh bantuan senilai Rp. 719 juta.

Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung Djuhana Atmawisastra, mengatakan, ke-13 kecamatan yang dilanda angin putting beliung selama tahun 2011, meliputi Kecamatan Pangalengan (2 desa), Kecamatan paseh (7 desa), Soreang (2 desa), Solokanjeruk (3 desa), Cimaung (2 desa), Kutawaringin (2 desa), Bojongsoang (2 desa), Cicalengka (2 desa), Kertasari (1 desa), Pacet (2 desa), Baleendah (4 desa), Arjasari (1 desa) dan Kecamatan Rancaekek (10 desa).

Disebutkan oleh Djuhana Atmawisastra, besarnya bantuan untuk rumah yang mengalami rusak berat akibat putting beliung masing-masing sebesar Rp. 2,5 juta/rumah, sedangkan rusak ringan Rp. 250.000/rumah. “khusus untuk korban kebakaran, karena semuanya mengalami rusak berat bantuannya masing-masing rumah sebesar Rp. 2,5 juta,” kata Djuhana.

Bupati meminta agar bantuan untuk korban bencana alam seperti putting beliung atau kebakaran, harus utuh diterima oleh masing-masing korban atau keluarganya. “Harus diingat, bahwa bantuan tersebut merupakan amanat yang harus bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Pada kesempatan itu, H. Dadang Mochamad Nasser, SH, S.Ip meminta pula kepada seluruh aparat yang terkait dengan penanganan bencana untuk melakukan pendataan seakurat mungkin sesuai dengn fakta yang ada dilapangan. “Akurasi data tersebut harus benar-benar dilakukan agar tidak ada masalah hukum dikemudian hari,” ujarnya menambahkan. (A-194/das)***


View the original article here


Category Article , , , , , ,

What's on Your Mind...