Kemarau Normal, Jabar Seharusnya tidak Ada Kekeringan

BOGOR, (PRLM).- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor memastikan musim kemarau tahun ini tidak separah tahun lalu. Berdasarkan pemantauan BMKG Dramaga tidak ada daerah kekeringan di wilayah Jawa Barat kecuali untuk daerah yang memang sulit air. Hal ini disampaikan Koordinator Forecast Stasiun Klimatologi kelas I Dramaga Bogor, RT Agus Heru Rianta, Rabu (22/6).

Menurut dia, tahun 2011 ini sifat musim kemarau normal sehingga seharusnya tidak ada kekeringan di seluruh daerah di Jabar. "Kecuali untuk daerah yang memang sulit air atau kurang air dari semula, memang kemungkinan akan kekeringan. Namun, untuk daerah lain yang memang tidak terbiasa sulit air, ya normal," ungkapnya.

Diakui Heru, kekeringan kemungkinan akan terjadi di Cirebon, Indramayu, Kuningan dan sekitarnya. Namun, untuk wilayah lain seperti Bandung, Bogor, Cianjur, Garut maupun Tasikmalaya kondisinya normal. Untuk itu, dia mengimbau kepada para petani yang berada di wilayah yang normal (bukan daerah susah air) untuk tidak panik atau khawatir akan terjadi kekeringan.

Berdasarkan pemantauannya, musim kemarau tahun ini lebih basah dibandingkan tahun lalu. "Tahun lalu banyak gangguan seperti Lanina sehingga musim kemaraunya sangat kering," lanjutnya. Hal ini pula yang menyebabkan muka air waduk seperti Jatiluhur, Cirata dan Saguling sempat kritis.

Dugaan sementara, daerah yang saat ini mengalami kekeringan masih terpengaruh oleh pasokan air waduk yang kritis sejak akhir tahun 2010 lalu. Saat itu, sjeumlah upaya seperti hujan buatan sudah dilakukan. Namun, tetap tidak berhasil. Pihaknya juga sempat mewanti-wanti agar para petani di wilayah yang sulit air mewaspadai kekeringan karena air waduk yang kritis. Bahkan, sejumlah pemerintah daerah juga sempat mengimbau kepada petani untuk menanam padi yang tahan kekeringan.

Periode Maret hingga Juni ini, lanjut Agus, curah hujan sudah mulai di atas normal. Hanya wilayah tertentu saja yang belum memasuki musim kemarau, seperti Bandung. Hingga Juni ini, sekitar 55 persen wilayah di Jabar curah hujannya telah berada di atas normal. Dengan demikian, seharusnya kekeringan tidak terjadi di banyak daerah.

Di sisi lain, Agus menyayangkan masih rendahnya koordinasi antara pemerintah daerah (provinsi maupun kota/kab) dengan pihaknya. Menurut dia, seharusnya pemerintah daerah menjadikan BMKG sebagai mitra sehingga bisa diinformasikan kepada masyarakat soal musim. Sebab, jika tidak masyarakat akan panik begitu mengetahui ada satu daerah yang mengalami kekeringan karena dinilai seluruh daerah akan mengalami kekeringan. (A-155/das)***


View the original article here


Category Article , , , , ,

What's on Your Mind...