Pengembangan Puskesmas PONED Terkendala Lahan

CIMAHI, (PRLM).- Pemerintah Kota Cimahi masih terkendala keterbatasan lahan dalam pengembangan puskesmas Pelayanan Obstetrik Neonatal Emergensi Dasar (PONED). Selain sulit mencari lahan yang cukup luas, pemilik lahan juga cenderung menawarkan harga jual yang relatif tinggi dibanding harga pasaran.

Sekretaris Daerah Kota Cimahi Encep Saepulloh mengatakan, kendala tersebut membuat pihaknya menyiasati dengan membina puskesmas yang sudah ada untuk menjadi puskesmas PONED.

“Saat ini yang sedang diarahkan menjadi puskesmas PONED adalah puskesmas Melong Tengah dan ke depan ada target lahan di Cipageran yang bisa digunakan. Mengenai anggaran pembebasan akan diusahakan,” katanya ketika ditemui di seusai penilaian Puskesmas Berprestasi tingkat Propinsi Jawa Barat di Puskesmas Padasuka Kota Cimahi, Selasa ( 14/6).

Sementara itu Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Farmasi Dinas Kesehatan Kota Cimahi Sri Wahidiati mengatakan, sesuai namanya, puskesmas PONED merupakan puskesmas yang lebih memokuskan diri pada pelayanan persalinan. Tujuannya, untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Terlebih dengan adanya program Jaminan Pelayanan Persalinan (Jampersal) saat ini.

Secara umum, kata Sri, sebenarnya tiga belas puskesmas di Cimahi sudah bisa melayani persalinan, termasuk untuk Jampersal. Namun, sejauh ini layanan persalinan di puskesmas belum memungkinkan untuk rawat inap. “Yang jelas semua puskesmas di Cimahi sudah memiliki bidang yang siap melayani persalinan normal tanpa penyulit,” katanya.

Sementara itu terkait penilaian Puskesmas Berprestasi tingkat Jabar, Encep mengatakan, Cimahi pernah menjadi juara pada 2010 lalu saat diwakili oleh Puskesmas Cipageran. “Tahun ini kami memberi kesempatan kepada dua belas puskesmas lain untuk mewakili Cimahi,” ujarnya.

Dari penilaian yang sudah dilakukan, Puskesmas Padasuka dipilih mewakili Cimahi karena memiliki inovasi yang cukup menonjol. Beberapa diantaranya adalah program santun lansia, kantin khusus balita, layanan puskesmas mobile.

Terlepas dari inovasi dan sarana pra sarana yang sudah terbilang mumpuni, puskesmas di Kota Cimahi saat ini masih kekurangan tenaga dokter umum dan perawat. Beberapa puskesmas baru memiliki satu dokter umum, sedangkan yang lain paling banyak diisi dua dokter. Padahal idealnya, puskesmas di perkotaan memiliki paling sedikit empat dokter umum.

Untuk menyiasati kekurangan tersebut, pemkot Cimahi telah bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Ahmad Yani (Unjani) dan Stikes Budi Luhur.

“Kami akan perbantukan calon dokter dari perguruan tinggi yang ada di puskesmas. Dari Unjani, sudah ada sekitar enam belas calon dokter yang siap diperbantukan di puskesmas,” ujarnya. (A-178/A-88)***


View the original article here


Category Article , , , ,

What's on Your Mind...