Home > Tumbuh > Perekonomian Stabil, Bisnis Asuransi Tumbuh Tinggi
Perekonomian Stabil, Bisnis Asuransi Tumbuh Tinggi
Posted on Rabu, 15 Juni 2011 by dragon kenshin
JAKARTA, (PRLM).- Peningkatan modal sendiri (ekuitas) perusahaan asuransi tahun 2010 telah mendorong pertumbuhan laba industri asuransi. Laba asuransi jiwa tumbuh 17,23 persen, dari Rp 4,68 triliun tahun 2009 menjadi Rp 5,48 triliun 2010.
Sementara itu, laba asuransi umum tumbuh 32,49 persen, dari Rp 2,48 triliun tahun 2009 menjadi Rp 3,29 triliun tahun 2010. Reasuransi labanya tumbuh paling tinggi, yakni 56,78 persen, dari Rp 92,04 miliar tahun 2009 menjadi Rp 144,29 miliar 2010.
“Perekonomian yang stabil dengan tingkat pertumbuhan sekitar 6,1 persen tahun lalu, membuat industri asuransi meraih pertumbuhan laba yang tinggi. Peningkatan modal perusahaan sebagai konsekuensi penerapan PP Nomor 81 tahun 2008, telah mendorong perusahaan asuransi untuk berproduksi lebih tinggi,” kata Pemimpin Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) Mucharor Djalil, pada acara Insurance Award 2011, di Hotel Le Meridien, Jakarta.
Hasil kajian LRMA itu dilakukan terhadap laporan keuangan tahun 2010 dari 44 perusahaan asuransi jiwa, 82 perusahaan asuransi umum, dan empat perusahaan reasuransi, menunjukkan adanya ketarkaitan tersebut.
Tahun lalu,ujar dia, ekuitas industri asuransi jiwa meningkat 22,01 persen, dari Rp 20,3 triliun tahun 2009 menjadi Rp 24,77 triliun 2010. Ekuitas asuransi umum naik 21,86 persen, dari Rp 19,26 triliun tahun 2009 menjadi Rp 23,47 triliun 2010. Dan reasuransi ekuitasnya tumbuh 14,21 persen, dari Rp 732,91 miliar tahun 2009 menjadi Rp 837,07 miliar.
Pendapatan premi asuransi jiwa tumbuh 23,26 persen, dari Rp 60,69 triliun tahun 2009 menjadi Rp 74,78 triliun tahun lalu. Pada periode yang sama, premi langsung asuransi umum tumbuh 9,45 persen, dari Rp 24,47 triliun menjadi Rp 26,68 triliun. Sedangkan premi penutupan tak langsung reasuransi tumbuh 11,60 persen, dari Rp 2,41 triliun 2009 menjadi Rp 2,69 triliun 2010.
“Seiring peningkatan modal, premi juga naik, sehingga investasi meningkat signifikan di tahun lalu. Dampaknya, hasil investasi juga tumbuh walau tak setinggi tahun sebelumnya. Tetapi hal ini ditutup oleh peningkatan hasil underwriting yang sangat tinggi, sebagai buah dari penerapan prinsip prudent underwriting yang lebih baik,” tambah Mucharor Djalil.
Hal ini terlihat pada total pendapatan asuransi jiwa yang tumbuh 20,58 persen, dari Rp 30,27 triliun tahun 2009 menjadi Rp 36,5 triliun 2010. Total pendapatan asuransi umum tumbuh 18,20 persen, dari Rp 6,4 triliun 2009 menjadi Rp 7,6 triliun 2010. Dan total pendapatan reasuransi naik 21,07 persen, dari Rp 250,24 miliar menjadi Rp 302,98 miliar.
Media Asuransi adalah majalah yang diterbitkan oleh PT Media Asuransi Indonesia, yang sahamnya dimiliki oleh FAPI, AAUI, AAJI, AAJSI, dan ABAI. Terbit pertama kali tahun 1980 dengan nama PROTEKSI. Mulai Juni 2007 namanya diubah menjadi Media Asuransi.
Sementara itu Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) merupakan lembaga riset yang didirikan oleh Media Asuransi untuk melakukan riset di industri asuransi dan jasa keuangan lainnya. (A-78/kur)***
Category Article Asuransi, Bisnis, Perekonomian, Stabil, Tinggi, Tumbuh