Populasi Sejumlah Satwa di Istana Bogor Terus Berkurang

KISMI DWI ASTUTI/"PRLM" Rusa yang ada di lingkungan Istana Bogor, Jln. Ir. H. Juanda. Populasi beberapa satwa di Istana Bogor mulai berkurang. Tercatat, populasi rusa totol serta kelelawar yang ada di lingkungan Istana Bogor berkurang dari tahun ke tahun.*

BOGOR, (PRLM).- Populasi beberapa satwa yang ada di lingkungan Istana Bogor, Jln. Ir. H. Juanda mulai berkurang karena sejumlah penyebab. Tercatat, populasi rusa totol serta kelelawar yang ada di lingkungan Istana Bogor berkurang dari tahun ke tahun.

Staf Protokoler Istana Kepresidenan Bogor, Cecep Koswara, Selasa (14/6) mengatakan, khusus untuk kelelawar, sampai saat ini hampir tidak ada populasi kelelawar yang beterbangan di sekitar istana. "Dulu, setiap sore pasti terlihat beterbangan banyak. Namun, beberapa tahun terakhir ini sudah mulai tidak terlihat," katanya. Kemungkinan, penyebabnya karena banyak pohon buah yang ditebang dan berkurangnya sejumlah gua yang bisa dijadikan kelelawar untuk tinggal.

Sementara itu, populasi rusa totol pun saat ini berkurang jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski, pengurangan jumlah rusa ini tidak begitu mengkhawatirkan karena diakui Cecep rusa sangat mudah berkembang biak sehingga jumlahnya selalu berlebihan di lingkungan Istana. Untuk itu, untuk mengendalikan jumlah rusa yang ada, pihaknya menerima permintaan rusa dari instansi maupun yayasan yang ingin merawat rusa tersebut.

Menurut Cecep, jumlah rusa totol saat ini berkurang dari 850 ekor pada tahun lalu menjadi 650 ekor tahun ini. Berkurangnya populasi rusa ini, kata Cecep karena sebagian besar disumbangkan ke sejumlah instansi pemerintahan serta yayasan yang meminta rusa untuk dirawat di lingkungan mereka. Meski demikian, jumlah rusa totol ini masih kebanyakan dan tidak ideal. Sebab, lahan istana yang bisa menjadi lahan untuk mencari makan rusa totol ini hanya sekitar 3 hektare dari luas total istana yang mencapai 28,8 hektare. "Dengan ketersediaan rumput yang ada dan luasnya areal taman Istana yang hanya 3 haktare, idealnya rusa yang ada itu sekitar 400 hingga 600 ekor," katanya.

Sampai saat ini, rusa tersebut telah dikirim ke sejumlah wilayah yang ada di Indonesia, misalnya ke Universitas Hasanudin dan Lanud Sulaiman Bandung dengan jumlah bervariasi. Selain itu, permintaan sejumlah wilayah untuk menangkarkan rusa ini juga relatif banyak. Sebagian besar daerah ingin menangkarkan rusa sebagai penghias lingkungan mereka. Meski, selama ini rusa totol telah menjadi ciri khas Istana Bogor.

Disebutkan Cecep, rusa totol merupakan keunikan Istana Bogor yang menjadi daya tarik tersediri bagi masyarakat. Rusa-rusa tersebut didatangkan dari Nepal pada 1808 oleh Gubernur Jenderal Belanda yang memimpin saat itu. Rusa-rusa tersebut sengaja didatangkan untuk menghiasi halaman Istana Bogor yang dulunya merupakan tempat peristirahatan 38 Gubernur Jenderal Belanda. Awalnya, hanya enam ekor rusa yang ditangkarkan. Saat ini jumlahnya mencapai ratusan karena cepatnya perkembangbiakan mereka.

Pantauan "PRLM" di lokasi, setiap akhir pekan, rusa totol selalu menjadi tujuan wisata para pengunjung baik dari dalam maupun luar kota. Mereka sengaja memberi makan rusa itu dengan sayuran dari luar istana dan seolah sudah menjadi ciri khas tersendiri bagi Istana Bogor. (A-155/das)***


View the original article here


Category Article , , , , , ,

What's on Your Mind...