Home > Seiring > PTM Meningkat Seiring Meningkatnya Angka Harapan Hidup
PTM Meningkat Seiring Meningkatnya Angka Harapan Hidup
Posted on Selasa, 14 Juni 2011 by dragon kenshin
CIMAHI, (PRLM).- Meski tergolong penyakit tidak menular (PTM), tekanan darah tinggi (hipertensi) menduduki peringkat ketiga penyakit yang paling dikeluhkan masyarakat di Puskesmas. Tren ini juga diikuti jenis PTM lain dalam beberapa kurun waktu terakhir.
Untuk mengantisipasi peningkatan kasus PTM tersebut, Dinas Kesehatan Kota Cimahi terus memperluas cakupan layanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) sampai lingkungan masyarakat tersecil. “Awalnya Posbindu kami khususkan untuk lansia. Namun seiring peningkatan PTM, kami perluas untuk usia 18 tahun ke atas,” ujar Kepala Bidang Bidang Jaminan, Promosi, dan Informasi Kesehatan pada Dinkes Kota Cimahi Fitriani Manan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/6).
Fitri mengakui, prioritas penanganan penyakit menular selama ini cukup menguras perhatian Dinkes. Langkah tersebut memang berhasil menurunkan angka penderita penyakit berbahaya seperti demam berdarah atau tuberkulosis. Namun, kurangnya perhatian PTM menyebabkan kasus yang terjadi meningkat tanpa disadari.
Secara umum, peningkatan kasus PTM memang signifikan dengan bertambahnya angka harapan hidup (AHH) masyarakat Kota Cimahi dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Bappeda Kota Cimahi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah 2010, AHH terus meningkat dari 68,90 tahun pada 2006 sampai 75,23 tahun pada 2010 (angka sangat sementara). “Semakin tinggi usia, semakin rentan manusia terhadap PTM, terlebih dengan gaya hidup yang tidak sehat,” ujar Fitri.
Sebagai penjaringan dini, kata Fitri, kader Posbindu saat ini sudah mulai melakukan survey di setiap kelurahan dan RT/RW. Survey dilakukan kepada masyarakat remaja dan dewasa. “Dengan 20 Posbindu yang ada sekarng, mudah-mudahan PTM bisa terdeteksi sejak dini dan masyarakat terhindar dari penyakit yang tidak bisa dibendung akibat faktor usia,” katanya.
Sebagai contoh, kata Fitri, seseorang kadang tidak menyadari pentingnya kalsium semasa muda. Tanpa konsumsi yang cukup, mereka tidak akan bisa mencegah timbulnya penyakit osteoporosis di masa tua.
Hal tersebut diakui warga Kel. Cibabat Kec. Cimahi Utara Yeti Suhaemi (53). Ia mengaku kurang mengonsumsi kalsium semasa muda. Alhasil, Yeti terindikasi mengalami osteoporosis yang hampir masuk zona kritis. “Sebelumnya saya tidak pernah menyadari masalah ini, baru sekarang tahu mendekati zona merah osteoporosis,” katanya saat ditemui di sela-sela pemeriksaan tulang gratis di Kantor Kecamatan Cimahi Utara, Seni (13/6).
Yeti mengatakan, dirinya memang seringkali mengalami pegal-pegal. Namun secara khusus, ia tidak pernah memeriksakan kondisi tulangnya ke puskesmas atau rumah sakit. (A-178/das)***
Category Article Angka, Harapan, Hidup, Meningkat, Meningkatnya, Seiring