Direktur BJB Dapat Penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM

JAKARTA, (PRLM).- Bank Jabar dan Banten (BJB) telah mengucurkan dana Kredit Usaha Ringan (KUR) sekitar Rp 488,8 miliar untuk 3.234 debitur se-Jabar Banten selama kurun waktu Januari-Juni 2011. Jumlah tersebut melengkapi kucuran di periode April-Desember 2011 yang lebih dari Rp 600 miliar untuk sekitar 8.000 debitur. Secara keseluruhan, BJB kini tercatat telah mengucurkan dana KUR hingga Rp 1,1 tirilun untuk sekitar 11.000 debitur.

Hal tersebut terungkap saat Direktur Utama BJB Agus Ruswendi menyerahkan secara simbolis dana KUR kepada salah seorang perwakilan debitur, Nani Rosna dari Koperasi Aneka Usaha Wanita Kota Bandung dalam puncak Peringatan Hari Koperasi ke-64 tingkat Nasional di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (12/7). Dalam acara tersebut, Agus juga menerima penghargaan Bakti Koperasi dan UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM.

Berdasarkan data dari pihak BJB, program KUR yang digulirkan di enam wilayah di Jabar dan Banten berjalan cukup lancar. Dari total kucuran dana yang sudah dikeluarkan, saat ini tinggal Rp 996 miliar yang masih diangsur oleh sekitar 10.000 debitur. Namun, sejauh ini tidak ditemui kasus kredit macet atau hambatan lain.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UMKM Sjarifuddin Hasan mengungkapkan, sejak digulirkan pada 2007 lalu, realisasi KUR se-Indonesia hingga saat ini sudah mencapai Rp 49,12 triliun. Sementara untuk 2011 realisasi KUR ditargetkan sampai Rp 14,60 triliun untuk 991.542 debitur.

Saat ini, kata Sjarifuddin, penyaluran KUR telah dilakukan oleh 19 bank pelaksana di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jabar dan Banten, penyaluran ditangani oleh BJB. Sementara untuk dana bergulir Kementerian Koperasi dan UMKM sendiri, telah disalurkan pinjaman untuk sekitar 120 pemilik usaha waralaba yang berhasil menyerap sekitar 23.000 tenaga kerja.

Kondisit tersebut, kata Sjarifuddin, telah membuktikan bahwa pembangkitan koperasi bisa menjadi pemicu kemajuan ekonomi bangsa serta menekan angka pengangguran dan kemiskinan.

Hal tersebut juga ditegaskan oleh Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya. Ia menargetkan, pada 2012 di saat dunia mencanangkan pergerakan ekonomi berbasis koperasi, Koperasi di Indonesia juga harus bangkit dan diharapkan kembali memegang peran sentra dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pada 2014 mendatang. (A-178/das)***


View the original article here


Category Article , , , ,

What's on Your Mind...