Menjelajahi Tempat Wisata Di Ciwidey

SEBELUM menceritakan itu semua, saya ingin memperkenalkan dulu siapa kami. Kami adalah mahasiswa di salah satu Perguruan Tinggi di Bandung. Mayoritas dari kami adalah para perantau yang bukan asli Bandung. Dari kami hanya ada 5 dari 11 yang ikut wisata yang merupakan asli dari Bandung, sisanya ada yang dari Purwakarta, Tasikmalaya, Jambi, Padang dan yang paling jauh berasal dari Medan. Saya pun seorang perantauan dari Bekasi.

Perjalanan ini terjadi ketika kami sedang liburan semester 1. Dimana saya sebagai anak perantauan sangat tidak betah jika berada di kota “Orang Lain” terlalu lama berdiam diri tanpa kegiatan. Saya pun mengajak teman-teman untuk berwisata, akhirnya mereka pun menyetujuinya. Kami pun memilih hari Selasa agar tidak terlalu macet di jalan.

Hari Selasa pun tiba. Kami berkumpul di kosan saya yang berada di daerah Kopo dan segera berangkat ketika pukul 7 pagi. Kami menggunakan sepedah motor untuk pergi, sebanyak 6 sepedah motor yang ikut serta. Saat itu kami tidak sempat untuk sarapan karena sebagai anak perantau harus membeli makanan di luar. 1 jam sudah kami berada di perjalanan, kami pun menyempatkan diri untuk berhenti di sebuah Masjid di daerah Banjaran untuk sarapan nasi kuning yang tidak jauh dari masjid itu.

Setelah selesai sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan. Disepanjang perjalanan hujan rintik-rintik mulai turun. Namun itu tidak menyurutkan semangat kam, kami pun tetap melanjutkan perjalanan.

Tepat pukul 9 pagi kami pun sampai di Ciwidey dan tempat wisata pertama yang kita kunjungi adalah Kawah Putih. Tepat dengan itu juga hujan pun berhenti seakan alam mengerti kalau kami ingin berlibur. Setelah membayar tiket masuk, kami pun segera berangkat lagi menuju “Puncak” Kawah Putih karena tanjakan dan turunan yang sangat curam.

Setelah sampai di tempat parkir motor kami melihat banyak mobil dan ada kendaraan dengan tulisan “PERS”. Kami pun menduga bahwa ada yang sedang syuting disana. Dan benar saja dugaan kami, disana sedang ada syuting yang ternyata syuting video clip sebuah grup band. Kami pun menyempatkan diri untuk berfoto di “main set” bekas syuting itu. Kami pun serasa seperti “artis dadakan”.

Cukup lama kami berada di Kawah Putih sekitar 2 jam kami di sana. Karena suhu yang sangat “ekstrim” menurut saya dan teman-teman yang merantau, kami merasakan dingin yang hebat hanya orang asli Bandung saja yang ketawa melihat kami kedinginan. Saya dan teman-teman melanjutkan kembali perjalanan untuk keliling di Ciwidey.

Tempat wisata yang kami singgahi adalah Situ Patenggang. Ternyata pintu masuk ke Situ itu ada dua jalur. Dimana yang satu jalur resmi dan jalur tidak resmi. Kami pun memilih masuk melalui pintu yang tidak resmi yang dijaga oleh preman ato sesepuh mungkin agar lebih murah, maklum saja kami ini hanya perantauan kami harus hemat dalam keuangan. Kami pun cukup membayar Rp 80.000 untuk masuk ke dalam, cukup murah untuk 11 orang masuk ke Situ Patanggang. Di Situ kami menyewa sebuah perahu untuk menuju Batu Cinta yang berada di tengah-tengah Situ.

Kami pun sampai di Batu Cinta yang konon akan menjadi cinta yang abadi jika membawa pasangan ke tempat itu. Hanya sebentar kami di Batu Cinta hanya sekitar 30 menit. Setelah itu kami pun pergi lagi menuju daratan, dan bergegas untuk segera pulang lagi.

Sungguh liburan yang tidak akan dilupakan khusus nya kami yang sebagai perantauan di kota Bandung ini. Memang di Bandung masih menyimpat tempat-tempat wisata alam yang sangat indah dan penuh dengan mitos. (Fahmy Rinaldy)***

telkom

Dapatkan blackberry dan hadiah lainnya dengan berbagi cerita dan foto. Caranya klik di sini.
Untuk pengguna telkomsel, dapatkan hadiah tambahan dengan berbagi cerita liburan diwww.flashoners.com.
Rebut juga hadiah favorit dengan men-share link tulisan pada Fan Page Facebook Flashonersdan kumpulkan "like" terbanyak.


View the original article here


Category Article , , ,

What's on Your Mind...