Sudah Tiga Tahun di Lubang Hidung Wandi Tumbuh Polip dan Tumor Kecil

ADANG JUKARDI/"PRLM" WANDI (13) sedang memperlihatkan kondisi lubang hidungnya yang menderita penyakit polip dan tumor kecil, Rabu (10/8). Untuk penyembuhan penyakitnya itu, ia mengetuk hati pemerintah dan para dermawan...

SUKABUMI, (PRLM).- Wandi (13), siswa kelas 7 Madrasah Tsanawiyah (MTs) Safinatul Fallah (Safa) di Kp. Pasirkoet RT 01/RW 10, Desa/Kecamatan Cisolok, membutuhkan pertolongan pemerintah dan dermawan untuk menyembuhkan penyakit polip dan tumor kecil di lubang hidungnya. Sebab sudah tiga tahun menderita penyakit tersebut, namun sampai sekarang tak kunjung sembuh.

“Kasihan, sampai sekarang Wandi susah bernapas dari hidung. Mau dioperasi, tak punya biaya. Apalagi bapaknya hanya kuli bangunan. Saya sebagai pengasuh di pesantren ini, mengetuk hati pemerintah dan para dermawan untuk membantu mengobati penyakit Wandi. Kami juga merasa kasihan dan prihatin,” kata Nenden (24), pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Musyidul Fallah di Kp. Pasirkoet, Ds/Kec. Cisolok ketika ditemui di pesantrennya, Rabu (10/8).

Menurut dia, Wandi warga Kp/Ds/Kec. Cisolok RT 01/RW 01 itu, sudah tiga tahun lamanya mengindap penyakit polip dan tumor kecil di lubang hidungnya. Namun kondisinya semakin parah, sejak setahun lalu. Bahkan ketahuan positif mengindap penyakit polip, dari hasil pemeriksaan dokter THT (telinga, hidung, tenggorokan) di BLUD Rumah Sakit Palabuhanratu, sebulan lalu.

“Kata dokter, penyakitnya positif penyakit polip. Untuk penyembuhannya, harus dioperasi di Bandung. Tapi karena tak punya biaya, terpaksa sampai sekarang penyakitnya belum juga dioperasi. Kalau tidak secepatnya dioperasi, kami khawatir penyakitnya bertambah parah,” kata Nenden saat mendampingi Wandi.

Dikatakan, penyakit polip yang diderita Wandi dinilai parah. Bahkan di ujung lubang hidung bagian kanannya terdapat tumor kecil. Mungkin dampak dari tumor itu, di lubang hidungnya sering mengeluarkan darah dan ingus. Karena tak punya biaya, Wandi sempat berobat ke salah salah seorang tabib. Namun sayangnya, tabib hanya bisa memotong akar tumor yang menjalar di bagian tenggorokannya. Sedangkan tumornya sendiri, tak bisa diangkat atau dihilangkan.

Ketika ditanya kondisinya, Wandi berkeinginan supaya penyakitnya bisa segera disembuhkan agar bisa sekolah dan bermain bersama teman-teman sebayanya, tanpa merasa malu dan minder. “Saya ingin sembuh, supaya belajar di sekolah tidak terganggu. Saya juga ingin bermain dengan teman-teman. Karena dengan penyakit ini, selain merasakan sakit, saya juga agak minder dan malu kalau lagi bermain,” kata Wandi mengaku tetap berpuasa walaupun menderita penyakit tersebut. (A-67/das)***


View the original article here


Category Article , , , , , , , ,

What's on Your Mind...