Home > Tidak > RPH tidak Dapat Memenuhi Permintaan Pasar
RPH tidak Dapat Memenuhi Permintaan Pasar
Posted on Selasa, 14 Februari 2012 by dragon kenshin
BANDUNG, (PRLM).- Sejak pemerintah memberlakukan kuota daging sapi impor 17,5% mulai tahun 2012, permintaan daging sapi di pasar mulai tidak dapat dipenuhi. Harga daging sapi di beberapa pasar tradisional di Bandung juga ikut meroket.
“Jumlah sapi potong lokal tidak dapat memenuhi permintaan pasar,” demikian kata Amirudin Yusuf, Koordinator Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Cijaura di sela-sela pertemuannya dengan para koordinator RPH lainnya di RPH Ciroyom, Selasa (14/2).
Akibat berkurangnya pasokan daging ke pasar, harga mulai meroket dari Rp 56.000/kg di bulan Desember 2011 menjadi berkisar antara Rp 68.000 sampai Rp 70.000/kg. Hal itu dikemukakan oleh Adang Kartaman, Koordinator RPH Cirangrang.
"Setiap RPH di Bandung saat ini hanya mendapat pasokan sapi lokal yang didatangkan dari Yogyakarta, yaitu jenis sapi PO (Peranakan Ongole). Ketersediaan sapi potong jelas tidak dapat memenuhi semua permintaan pasar yang ada," jelasnya.
Sementara Dadang Wakhyudin dari RPH Ciroyom mengatakan, sapi-sapi lokal yang ada saat ini hanya bisa memenuhi sekitar 30 persen dari total kebutuhan pasar. “Hal inilah yang memicu harganya naik,” tambahnya. (CA-04/CA-18/A-107)***
Category Article Dapat, Memenuhi, Pasar, Permintaan, Tidak