Home > Sport > Pembangunan Sport Center Banjar Dipindah Jika Pembebasan Lahan Alot
Pembangunan Sport Center Banjar Dipindah Jika Pembebasan Lahan Alot
Posted on Senin, 11 Juni 2012 by dragon kenshin
BANJAR, (PRLM).- Upaya pembebasan lahan untuk pembangunan projek pusat kegiatan olah raga atau sport Cemter di Kota Banjar hingga saat ini masih berjalan alot. Apabila persoalan pembebasan lahan tidak mencapai kata sepakat, tidak menutup kemungkinan Pemerintah Kota Banjar bakal memindahkan lokasi projek yang bakal dibangun di Pamongkoran, Kec. Banjar ke tempat lain.
Alotnya pembahasan lahan tersebut berkenaan dengan belum ada kesesuaian harga tanah yang nantinya bakal dijadikan sebagai kawasan olah raga termegah di Kota paling ujung timur Provinsi Jawa Barat. Direncanakan kawasan sport center sedikitnya membutuhkan lahan seluas sepuluh hektar. Saat ini lokasi yang dipilih untuk pembangunan sport center masih berupa areal persawahan tadah hujan.
"Terus terang sampai saat ini belum ada kesepakatan. Dalam beberapa kali ada pertemuan belum ada titik temu, masih berjalan alot. Apabila persoalan ini berjalan alot sehingga tidak mencapai kesepakatan, bukan tidak mungkin lokasinya bakal dipindah. Kami sudah melihat beberapa lokasi yang mencadi cadangan jika sport center tersebut tidak jadi dibangun di Pamonghkoran," tutur Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar Yayat Supriyatna, Senin (11/6/12).
Hanya saja dia, menolak mengungkapkan kawasan yang telah ditinjau sebagai alternatif lokasi cadangan pembangunan sport center. Yayat hanya mengungkapkan tim sudah melakukan melihat beberapa tempat yang memungkinkan dibanguan pusat kegiatan olah raga Kota Banjar.
"Ada beberapa lokasi alternatif yang kami lihat. Itu merupakan jalan terakhir apabila tetap tidak ada kesepakatan harga untuk pembebasan lahan. Yang pasti kami bersama tim masih berupaya mencapai titik temu," tuturnya.
Yayat menegaskan, harga yang ditetapkan pemerintah daerah sudah diperhitungkan melalui kajian ilmiah. Untuk menentukan harga termasuk kelas atau cluster tanah, melibatkan tim ahli yang profesional. "Jadi tawaran yang kami berikan tidak sekadar mengajukan angka, akan tetapi harga yang muncul itu sudah melalui berbagai pertimbangan dan kajian ilmiah. Saat ini kami masih berupaya untuk mencapai kesepakatan dengan pemilik tanah, tanpa perantara," ujarnya.
Berkenaan dengan alotnya pembahasan lahan untuk sport center, Ketua Komisi C DPRD Kota Banjar Soedarsono berharap agar segera ada titik temu atau kesepakatan harga dalam proses pembebasanan lahan. Pembebasan lahan, harus mempertimbangkan seluruh aspek yang berkembang di masyarakat.
Dia mengatakan, untuk membebaskan lahan yang bakal dijadikan kawasan sport center, tersedia anggaran sebesar Rp 7 miliar. Anggaran tersebut hanya sebatas untuk proses pembebasan lahan. "Saya berharap segera ada titik temu soal harga. Semakin cepat ada kesepakatan, maka proses pembangunannya juga semakin cepat. .Yang pasti dalam APBD tersedia anggaran sebesar Rp 7 miliar," katanya.
Soedarsono mengungkapkan bahwa pembangunan projek tersebut nantinya bakal dipikul bersama antara Pemerintah Kota Banjar dengan Provinsi Jabar. Sesuai dengan nota kesepahaman yang telah ditandatangani, ia mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kota Banjar wajib menyediakan lahan atau areal. Sedangkan untuk infrastutrktur lainnya ditanggung Provinsi Jabar.
Seperti diketahui Pemerintah Kota Banjar sejak beberapa tahun terkahir ini sudah merencanakan pembangunan kawasan pusat olah raga atau sport center. Hal itu disebabkan sampai saat ini Kota Banjar belu memiliki sarana olahraga yang representatif. Selain lapangan sepak bola, di kawasan tersebut juga dibanguan berbagai sarana olah raga lainnya. (A-101/A-108)***
Category Article Banjar, Center, Dipindah, Lahan, Pembangunan, Pembebasan, Sport