Home > Strategis > Energi Gas Indonesia Belum Bernilai Strategis
Energi Gas Indonesia Belum Bernilai Strategis
Posted on Rabu, 04 Juli 2012 by dragon kenshin
BANDUNG, (PRLM).- Indonesia memiliki sumber energi panas bumi terbesar di dunia yaitu 29 Gigawatt. Indonesia juga tercatat sebagai penghasil gas terbesar di dunia yang mampu memasok sekitar 20 persen dari kebutuhan gas dunia. Belum lagi sumber energi terbarukan lainnya seperti bio massa, gelombang laut, dan lain-lain.
"Namun pemerintah selama ini memahami energi sebagai komoditas komersil semata, bukan sebagai komoditas yang benilai strategis dan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. Pemerintah melihat energi dalam kacamata bisnis biasa (business as usual) yang hanya terkait untung dan rugi, padahal keberpihakan energi dapat menggerakan perekonomian, memenuhi kebutuhan publik, menopang peningkatan investasi, dan mendorong pertumbuhan industri nasional," kata anggota Komisi IV DPR, Rofi Munawar, dalam pernyataannya ke "PRLM", Rabu (4/7).
Kebijakan energi nasional beberapa dekade ini tidak mengalami perubahan mendasar, konversi gas kepada BBM yang semakin menyusut tidak didukung dengan infrastruktur dan persiapan yang memadai. "Ironisnya Pemerintah bahkan mengeluarkan Permen ESDM No. 3 Tahun 2010 tentang Alokasi Dan Pemanfaatan Gas Bumi Untuk Kebutuhan Dalam Negeri. Berdasarkan Pasal 4 ayat 2 Permen ESDM No. 3 Tahun 2010, pemenuhan kebutuhan gas di dalam negeri hanya 25 persen dari hasil produksi dan 75 persen untuk diekspor," katanya.
Menurut Rofi, melihat kondisi energi kita selama ini, seharusnya pemerintah mempersiapkan berbagai energi alternatif dan terobosan optimal di bidang energi terbarukan. "Seluruh langkah dan konsep sebenarnya telah dimiliki pemerintah terkait energi alternatif namun usaha yang dilakukan tidak sungguh-sungguh,” ujarnya.(A-71/A-147)***
Category Article Belum, Bernilai, Energi, Indonesia, Strategis