Home > Keluarga > Kab Bandung Raih Juara Umum Hari Keluarga
Kab Bandung Raih Juara Umum Hari Keluarga
Posted on Selasa, 31 Juli 2012 by dragon kenshin
Soreang - Sepanjang 2012, Kabupaten Bandung berhasil menyabet 9 perhargaan tingkat Jawa Barat dan 1 penghargaan tingkat Nasional dibidang penanganan keluarga berencana.
“Dengan diraihnya 10 penghargaan tersebut, Kabupaten Bandung berhasil meraih juara umum dalam rangkaian hari keluarga tingkat Provinsi Jawa Barat 2012,” kata Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKBPP) Kabupaten Bandung Grace Mediana Purnami, Selasa (31/7/2012).
Menurut Grace, penghargaan tingkat Jabar yang diraih Kabupaten Bandung adalah juara I lomba Bina Keluarga Balita (BKB), juara I lomba Bina Keluarga Remaja (bKR), juara I lomba Pos KB sekaligus meraih juara 3 tingkat nasional, juara I temu kader, juara I lomba pencapaian akseptor MJP antar KKB, juara I pelayanan akseptor melalui dokter/ bidan swasta serta juara I gelar UPPKS disamping juara I lomba raihan akseptor Methode Operasi Pria(MOP).
"Memang bisa kami akui, di Kabupaten Bandung saat ini ada kecenderungan pria ikut KB mulai meningkat. Ini terlihat dari angka perkiraan 2011 sebesar 1.084 peserta bisa terealisir mencapai 1.211 peserta atau 103,41%. Sehingga kalau melihat data yang ada, hanya kontrasepsi MOP yang mampu melampaui target pencapaian, sementara sisanya justru berada dibawah target," tuturnya.
Grace melanjutkan, pada 2011 target akseptor KB yang menggunakan alat kontrasepsi IUD sebanyak 10.348, sedangkan realisasinya sebanyak 8.706 peserta (84,95%), MOW target sebesar 953 terealisasi 733 (76,91%), Implant ditargetkan 4.212 peserta terealisasi 3.110 peserta (73,84%), KB suntik ditargetkan sebesar 56.893 peserta terealisasi 42.316 peserta (74,38%), Pil sebesar 15.871 peserta realisasi 10.186 (64,18%) dan Kondom ditargetkan sebanyak 5.323 peserta terealisasi 3.919 peserta (73,62%).
"Jumlah penambahan angka penduduk Kabupaten Bandung sangat dipengaruhi oleh kelahiran dan urbanisasi. Khusus untuk faktor kelahiran yang menyangkut penanganan keluarga berencana, kami berupaya untuk menambah jumlah institusi masyarakat pedesaan (IMP) seperti PPKBD (Petugas Pos Keluarga Berencana Desa), Sub PPKBD dan Kelompok KB," tambahnya.
Pada 2010 lalu, jumlah PPKBD hanya 287 buah. Namun jumlahnya naik menjadi 300 buah pada 2011. Begitu juga jumlah Sub PPKBD naik pada 2011 menjadi 4.062 buah dari 4.050 pada 2010. Sedangkan pada 2010 dari 15.147 buah, menjadi 16.347 buah.
“Keberadaan institusi kemasyarakatan seperti itu, sangat membantu kelancaran penanganan keluarga berencana, apalagi kami juga terbantu oleh gerakan PKK di masing-masing desa, RT dan RW,” pungkasnya.[ang]
Category Article Bandung, Juara, Keluarga