Perbaikan Jembatan Katapang Dikhawatirkan Ganggu Arus Mudik

BANJAR,(PRLM).- Lambannya penanganan perbaikan jembatan Katapang Kota Banjar tidak jauh dari perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Jawa Tengah dikhawatirkan bakal mengganggu arus lalu lintas, terutama menjelang Lebaran.

Hingga saat ini retakan memanjang sepanjang sayap jembatan, yang berada di Jalan M Isa, Lingkungan Siluman Kota Banjar masih belum mendapat penanganan.

Patauan di lokasi Kamis (26/7) retakan sepanjang sayap jembatan tersebut terletak pada sisi sebelah utara. Selain retak, badan jembatan di sekitar bekas lubang yang setahun lalu diperbaiki juga tampak sedikit ambles dan miring.

Keadaan tersebut sebenarnya berbahaya sebab lokasi tersebut berada pada tikungan, khususnya untuk kendaraan yang melaju dari arah Kota Banjar menuju arah timur. Sebaliknya ruas jalan yang mengarah kota banajr dari timur kondisinya bagus sehingga kendaraan banyak yang melaju cepat.

"Sebenarnya sejak bulan April 2012, Pak Wali (Wali Kota Banjar Herman Sutrisno) sudah melayangkan surat kepada Menteri Pekerjaan Umum, akan tetapi sampai saat ini belum mendapat respons. Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki dapat menghambat lalulintas jalan," tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Banjar Ojat Sudrajat.

Dia menambahkan ruas jalan M Isa merupakan jalkur strategis bagi perkembangan Kota Banjar dan kabupoaten di sekitarnya. Hanya saja saat ini ruas jalan khususnya di sekitar jembatan Katapang terjadi penurunan atau ambles permukaan jalan.

Kondisi tersebut mengakibatkan retakan pada trotoar jalan. "jadi apa yang terjadi sekarang ini merupakan suatu rangkaian, muali dari amblesnya permukaan jalan, berdampak pada retaknya sayap jembatan. Jika tidak segera ditangani, kemungkinan bakal semakin parah," ujarnya.

Dia mengatakan bahwa secara sekilas kondisi badan jalan masih cukup kuat, akan tetapi apabila tidak segera diperbaiki kondisinya bakal semakin parah. Hal itu disebabkan karena jalur tersebut merupakan jalan nasional yang padat lalulintas.

"Kalau dilihat badan jalan masih terlihat kuat, akan tetapi bagaiaman kondisi sebenarnya perlu kajian lebih mendalam," tambahnya.

Ojat didampingi Kasi Perencanaan Bidang Cipta Karya David Abdillah dan Agus menambahkan selama ini perbaikan jembatan tersebut dilakukan secara parsial atau bagian per bagian.

Agar lebih tahan lama, ia menambahkan jembatan yang letaknya tidak jauh dari Sungai Citanduy tersebut perlu diganti dengan jembatan baru.

"Kepentingannya bukan hanya untuk saat ini saja akan tetapi harus berpikiran ke depan. Arus lalulintas bakal semakin ramai, tidak hanya kendaraan berukuran kecil saja yang melintas. Banyak kendaraan berat juga banyak yang lewat," ujarnya.

Berkenaan dengan rusaknya sayap jembatan Katapang, sebelumnya Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjar Yoyo Suharyono mengatakan bahwa jalan tersebut merupakan jalur utama lintas selatan, tidak jauh dari perbatasan antara Provinsi Jawa Barat di Kota Banjar dengan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah.

"Tidak pernah sepi. Jalan tersebut juga merupakan jalur utama lintas selatan, banyak kendaraan berat melintas," tuturnya.

Diungkapkan setahun yang lalu jembatan tersebut diperbaiki, setelah muncul lubang besar pada sisi badan jembatan. Lubang besar terjadi pada hari Selasa (9/8/2011) sekitar pukul 4.30 WIB.

Ambrolnya badan jembatan tersebut disebabkan karena bagian tanah terkikis air saat banjir. Sebelumnya Tahun 2008 tebing sungai bagian selatan juga ambrol akibat tidak mampu menahan banjir. Beruntung tidak menganggu badan jalan.(A-101/A-89)***


View the original article here


Category Article , , , , ,

What's on Your Mind...