Home > Undangan > Direktur PT tidak Memenuhi Undangan Disparbud Jabar
Direktur PT tidak Memenuhi Undangan Disparbud Jabar
Posted on Rabu, 29 Agustus 2012 by dragon kenshin
BANDUNG, (PRLM).- Ketidakhadiran Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) maupun yang mewakilinya pada rapat koordinasi di Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat semakin menunjukan arogansi pihak pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Perahu. Selain tidak menghargai intitusi maupun lembaga pemerintahan daerah sejumlah organisasi kepariwisataan maupun lembaga swadaya masyarakat dan pemerhati lingkungan menilai ketidakhadiran tersebut menunjukan tidak ada itikad baik dari pihak pengelola untuk menyelesaikan permasalahan.
“Ini sangat jelas, Disparbud Jabar mengundang dan mengadakan rapat koordinasi untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Tapi justru pihak yang bermasalah tidak hadir,” ujar Pembina Lembaga Adat Galuh Pakuan, Wawan kepada “PRLM” Rabu (29/8).
Tindakan pengelola TWA Tangkuban Perahu tersebut, menurut Wawan, merupakan peristiwa untuk kesekiankalinnya, saat dilakukan pemanggilan oleh pihak pemerintah daerah untuk melakukan dialog. “Hal yang paling jelas dan nyata adalah pihak pengelola (PT GRPP) tidak menggubris Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor : 912/Kep.1478-Hukham/2009 tertanggal 6 Oktober 2009. SK Gubernur yang berlaku sejak tanggal ditetapkan menegaskan PT GRPP untuk menghentikan sementara seluruh kegiatannya di kawasan Gunung Tangkuban Parahu sampai yang besangkutan memproses kembali perizinannya sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Wawan.
Hal senada juga diungkapkan oleh Muchidin Ramdani dari Forum Masyarakat Pariwisata yang memandang ketidakhadiran pengelola TWA Tangkuban Perahu menunjukan arogansi pihak swasta ke pemerintah daerah karena sejak awal sudah mendapat dukungan langsung dari pusat. “Dalam kasus ini saya memandang kalau gubernur ataupun kepala daerah yang menugaskan kepala dinas (Disparbud Jabar) untuk menangani permasalahan sudah tidak dipandang lagi sebagai pimpinan atau pemangku daerah,” ujar Muchidin.
Diungkapkan Muchidin, pihaknya sangat berharap agar permasalahan cepat mencair dan ada titik temu agar konflik tidak kembali terulang. “Saya sangat sedih dengan pernyataan Ketua Asita Jabar Herman Rukmanadi yang menyatakan sejak timbulnya konflik di Tangkuban Perahu jajaran Asita Jabar sudah tidak lagi mempromosikan objek wisata andalan di Jabar yang sudah mendunia tersebut. Ini pelajaran sangat berharga bagi kita semua,” ujar Muchidin. (A-87/A-147)***
Category Article Direktur, Disparbud, Jabar, Memenuhi, Tidak, Undangan