Mendesak, Tiga Kawasan Metropolitan di Jabar

BANDUNG, (PRLM).- Pengembangan tiga metropolitan dan dua growth center (pusat pertumbuhan) di Provinsi Jawa Barat (Jabar) harus segera dilakukan. Tiga metropolitan itu di antaranya Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, dan Purwakarta (Bodebek Karpur), Bandung Raya, dan Cirebon Raya, akan menjadi pusat aglomerasi penduduk, aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat. Sementara itu dua growth center (pusat pertumbuhan) yakni Palabuhanratu dan Pangandaran menjadi pusat pertumbuhan ekonomi untuk menghela pertumbuhan wilayah di sekitarnya.

External Advisor Metropolitan Development Management Bappeda Jabar Johnny Patta saat ditemui di kantor Bappeda, Ir. H. Juanda, Selasa (28/8/12) mengatakan konsep pembangunan ini sudah direncanakan mulai tahun 2011. Saat ini sedang dilakukan sosialisasi untuk mematangkan konsep dan pembuatan Peraturan Daerah (Perda) yang diharapkan rampung pada akhir tahun ini sehingga pembangunan awal bisa dimulai awal 2013.

“Dengan adanya metropolitan Bodebek Karpur, pembangunan nantinya tidak akan terpusat di Jakarta.Selama ini, Bodetabek hanya dianggap sebagai daerah pinggiran atau penyokong untuk Jakarta. Sementara kantor-kantor pusatnya semua di Jakarta. Pembangunan di Bodebek jadi kurang berkembang karena hanya dipakai sebagai tempat tinggal atau tempat industri yang polutif yang dipindahkan dari Jakarta. Jadi yang dibuang-buang dari Jakarta ke Bodetabek akhirnya,” katanya.

Namun, dalam kenyataannya, Bogor, Depok, dan Bekasi menurut Johnny terus berkembang sehingga bukan lagi pendukung. Dia mencontohkan Bekasi yang kini punya tujuh kluster industri yang ada di Cikarang, jika kantor pusatnya masih di Sudirman, hal itu menurut Johnny keliru.

“Bekasi sekarang terhambat perkembangannya karena harus terus ke Jakarta. Perkembangan industri harus ke Tanjungpriok padahal macetnya bisa berjam-jam. Kalau kita bangun di Cilamaya misalnya, itu bisa langsung tetapi Jakarta keberatan,” katanya.

Jika perkembangan tidak cepat diatasi dengan konsep pembangunan yang benar, menurut Johnny, berantakan yang berkepanjangan dan berdekade-dekade akan terus terjadi. Dia juga mengapresiasi Jabar yang tergolong berani mengeluarkan konsep metropolitan meski masih berseberangan pemikiran dengan pemerintah pusat.

Johnny mencontohkan salah satu program pemerintah pusat yang dijadikan alasan tumpang tindih program adalah program Cekungan Bandung. Proyek ini yang masih menunggu Perpres (peraturan presiden) sejak 7 tahun. Dalam rancangan peraturan presiden (Raperpres) hanya disebutkan bisa menangani 2 juta penduduk sedangkan tahun 2010 saja jumlah penduduk Bandung Raya sudah mencapai 5,8 juta dan akan terus bertumbuh.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat ditemui di Hotel Lingga Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu, (29/8) sebelum menghadiri Silaturahmi dengan Majelis Ulama Indonesia Jabar, mengatakan konsep pembangunan daerah dan pemerintah pusat harus dipertemukan. Komunikasi dan koordinasi menurutnya akan terus dilakukan sambil terus membahas raperda tiga metropolitan Jabar. (A-199/A-88)***


View the original article here


Category Article , , ,

What's on Your Mind...