Sampah di Tasikmalaya Meningkat Selama Puasa

TASIKMALAYA,(PRLM).- Volume sampah Kota Tasikmalaya selama bulan puasa ini meningkat llima hingga sepuluh persen. Hal itu akibat naiknya tingkat konsumsi warga selama bulan puasa ini terutama sampah yang berasal dari bekas bahan makanan. Adapun sampah yang mendominasi naiknya volume sampah selama bulan puasa ini yaitu sampah bekas kelapa muda, sampah rumah tangga dan sampah plastik kemasan.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Kota Tasikmalaya, Ade Rusmana mengatakan, penambahan vollume sampah itu merata selama bulan puasa di semua tempat penampungan sampah sementara. Namun pihaknya, harus bekerja esktra terutama dalam membersihkan atau mengangkut sampah yang berada di tempat ngabuburit dan pusat perbelanjaan.

"Di sana sampahnya cukup banyak seperti di Dadaha misalnya. Sekarang ini, kebanyakan sampah bekas dawegan, kelapa muda,"ujar Ade, Kamis (2/8).

Menurut dia, meski naik, namun bukan berarti pihaknya mulai keteteran. Armada kebersihan masih bisa menangani penambahan volume sampah tersebut karena kenaikan masih di angka lima hingga sepuluh persen.

"Nah berbeda kalau nanti menjelang idul fitri dan setelah itu fitri pasti volume sampah lebih dari sepuluh persen peningkatannya. Disambungkan, dengan orang mudik ke Tasik. Ketika orang banyak, maka sampah bertambah,"ucapnya.

Untuk mengatasi penambahan volume sampah pada saat itu, lanjut Ade, pihaknya telah menyiapkan dua unit dum truk untuk mengangkut sampah di Kota Tasikmalaya.

Ia menambahkan, pihaknya pun tetap melakukan sosialisasi dengan masyarakat supaya tetap menjaga kebersihan. Minimal mereka membuang sampah pada tempatnya untuk memudahkan pihaknya dalam hal pengangkuta sampah meski terjadi peningkatan volume. Sebaliknya, pihak dia akan mengalami kesulitan jika warga membuang sampah sembarangan.

Sementara itu, Dodo (36) petugas pengangkut sampah membenarkan, sampah bekas kelapa muda selama 13 hari bulan puasa mendominasi sampah yang mereka angkut. Meski demikian, hal itu bisa mereka atasi seperti hari-hari biasanya.

"Kita harus siap-siap seperti tahun-tahun sebelumnya, sampah meningkat pas habis lebaran,"ujarnya.

Sementara itu, sampah-sampah tersebut disalurkan menuju TPSA Ciangir. Namun petugas pencatat ritase belum menemukan kenaikan tersebut mengakibatkan ada penambahan ritasi. Kenaikan berpengaruh pada besar atau banyaknya tumpukan sampah yang diangkut ke Ciangir

Rata-rata jumlah pembuangan sampah ke Ciangir mencapai 300 m3 tiap harinya. Saat ini dari 11 hektare total wilayah TPSA Ciangir baru 60 persen yang termanfaatkan dengan sistem control land field atau sistem penutupan sampah dengan tanah karena di sana merupakan perbukitan.(A-183/A-26).***


View the original article here


Category Article , , , ,

What's on Your Mind...