Kenaikan Harga Gas Harus Mendukung Penerimaan Negara

BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah menaikan harga gas sebesar 50 persen di tingkat hilir akibat terjadinya kenaikan harga gas di tingkat hulu. Oleh karenanya dengan kenaikan ini diharapkan target penerimaan negara dari gas bumi sebesar Rp47,5 triliun harus mampu dicapai sesuai dengan RAPBN 2013 oleh Pemerintah.

"Lifting gas pada tahun 2013 mendatang diasumsikan berada pada kisaran 1,36 juta barel setara minyak per hari," kata .Anggota DPR RI Komisi VII Rofi Munawar, dalam rilisnya ke PRLM, Selasa (4/9/12).

Mulai RAPBN tahun 2013, kata Rofi. Pemerintah menggunakan lifting gas sebagai salah satu basis perhitungan penerimaan negara yang berasal dari sumber daya alam selain minyak mentah. "Oleh karenanya dengan kenaikan harga gas ini seharusnya mampu memberikan dukungan penerimaan negara yang lebih tinggi," katanya.

Mahalnya harga gas di sektor hulu bertujuan agar mengamankan industri hulu hingga tercapai kondisi perekonomian yang stabil.

"Namun Pemerintah juga harus menjamin sektor hilir tetap harus mendapatkan persediaan gas dengan harga sesuai. Karena pada dasarnya kenaikan gas ini bagi kalangan industri akan dibebankan kepada konsumen akhir yaitu masyarakat," ujarnya. (A-71/A-108)***


View the original article here


Category Article , , , , ,

What's on Your Mind...